4 Perbedaan Plesteran dan Finishing Dinding, Wajib Tahu

4 Perbedaan Plesteran dan Finishing Dinding, Wajib Tahu

Masih sering dikira sama, plesteran dan acian (finishing dinding) memiliki sejumlah perbedaan yang signifikan. Dua proses pelapisan dinding tersebut dilakukan setelah pemasangan batu bata selesai. Namun, masing-masing memiliki fungsi, bahan, dan cara aplikasi yang berbeda. 

Mari simak selengkapnya apa saja perbedaan plesteran dan finishing dinding.

Perbedaan Plesteran dan Finishing Dinding

Dalam proses pembangunan rumah terdapat dua jenis lapisan yang umum diterapkan pada dinding. Berikut perbedaan antara plesteran dan acian yang perlu Anda ketahui:

1. Komposisi

Perbedaan pertama terletak pada komposisi atau bahan-bahannya. Plesteran terbuat dari pasir, semen, dan air. Terkadang plesteran juga mengandung bahan tambahan seperti batu kapur atau serat, menyesuaikan kebutuhan. Sementara itu, acian hanya terdiri dari semen dan air. Biasanya, acian lebih encer karena menggunakan banyak air dalam campurannya.

2. Fungsi

Plesteran merupakan campuran bahan yang berfungsi sebagai pelapis pertama dinding. Aplikasi plesteran bertujuan untuk menutup pori, meratakan permukaan dinding, dan menjadi dasar lapisan finishing (acian). Plesteran berfungsi untuk mengisi celah pada dinding dan memberikan kekuatan tambahan bagi struktur dinding.

Sementara itu, acian fungsinya sebagai lapisan akhir yang memberikan perlindungan terhadap faktor cuaca dan lingkungan. Lapisan ini juga berperan memberikan sentuhan estetik. Aplikasi lapisan ini membuat dinding tampil lebih rata dan rapi sehingga siap untuk finishing, mulai dari pengecatan, pemasangan wallpaper, atau berbagai jenis dekorasi lain.

Jadi, jika menilik dari prosesnya, lapisan plesteran diaplikasikan terlebih dahulu sebelum acian. Lapisan ini bisa Anda terapkan pada tembok batu bata, batako, maupun batu merah.

3. Ketebalan Lapisan

Karena ikut berperan dalam memberikan kekuatan bagi struktur bangunan, plesteran umumnya lebih tebal. Lapisan plesteran memiliki ketebalan sekitar 20 – 25 mm, atau bahkan bisa lebih menyesuaikan kebutuhan konstruksi. Sedangkan acian biasanya lebih tipis, sekitar 5 – 15 mm saja. Namun, rentang ketebalan tersebut tidak mutlak. Hal ini karena aplikasi lapisan perlu menyesuaikan jenis dan permukaan dinding.

4. Tekstur dan Tampilan Lapisan

Perbedaan terakhir yaitu pada segi tekstur dan tampilan lapisan. Plesteran menghasilkan permukaan yang lebih kasar karena komposisinya mengandung pasir. Lapisan plesteran juga bisa berkerut dan tidak rata. Meskipun begitu, plesteran juga bisa menghasilkan lapisan yang halus dan rapi. Hal ini sangat tergantung pada teknik aplikasi dan tujuan penggunaannya. Sebagai contoh, plesteran pada tembok luar rumah yang hendak dilapisi acian tidak perlu terlalu rapi asalkan sudah rata. Sementara itu, acian menghasilkan permukaan yang rata dan rapi. Tekturnya juga jauh lebih halus sebab tidak mengandung pasir. 

Itulah beberapa perbedaan plesteran dan finishing dinding yang penting untuk Anda ketahui. Masing-masing lapisan tersebut memiliki karakteristik tersendiri, sehingga aplikasinya perlu menyesuaikan kebutuhan konstruksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *