Akhir Kiprah Tom Ford dengan Lini Fashionnya

Perancang busana Tom Ford mundur dari posisi direktur kreatif di label fashion dengan merek dagang Eponim yang dia dirikan pada 2005 menyusul akuisisi perusahaan oleh Estée Lauder pada November 2022.

Peter Hawkings, rekan lama Ford, akan menggantikannya sebagai direktur kreatif.

Sementara Guillaume Jesel menjadi kepala eksekutif dan presiden, menggantikan Domenico de Sole, yang merupakan salah satu pendiri merek tersebut.

Melansir The Guardian, Estée Lauder membeli merek Tom Ford seharga USD 2,8 miliar atau sekitar Rp 41 triliun.

Perusahaan Tom Ford mencakup lini kecantikan, mode, dan bisnis kacamata melalui perjanjian lisensi dengan Grup Marcolin.

Setelah kesepakatan, Estée Lauder akan menangani bisnis kosmetik dan wewangian Tom Ford.

Jennifer Lopez Padu Padan Gaya Sporty dan Rok Maxy di Premiere The Flash Di bawah Estée Lauder pula rumah mode Zegna telah mendapatkan kesepakatan lisensi selama 30 tahun mencakup busana pria dan wanita, aksesori, dan pakaian dalam merek dagang Tom Ford.

Sementara bisnis kacamata Tom Ford tetap dipegang oleh Grup Marcolin.

Bikin label sendiriSebelumnya, pada saat pengumuman akuisisi, Estée Lauder mengatakan Ford akan tetap bergabung bersama merek hingga akhir 2023.

Namun, secara mengejutkan pada pekan ini, Ford meluncurkan koleksi terakhir berupa pakaian wanita musim semi siap pakai .

Mengutip WWD, koleksi tersebut menampilkan ulang arsip desain favorit Ford dari 13 tahun terakhir yang diperagakan oleh para supermodel, termasuk Amber Valletta.

Dalam video dan foto yang diabadikan oleh Steven Klein, para model tersebut tampil di dalam etalase kaca sementara Ford berdiri di luarnya seolah-olah seperti seorang konduktor yang menghidupkan para model yang mengenakan busana rancangannya.

Lily Collins Tampil Edgy dengan Gaya Monokrom di Pertunjukan Max Mara Resort 2024 Sebelum mendirikan label fashionnya sendiri, Ford pernah bergabung dengan Gucci pada 1990 dan menjabat sebagai direktur kreatif untuk produk Italia itu pada 1994.

Dia meninggalkan Gucci pada 2004 dan kemudian mendirikan label Tom Ford.

Di samping berkarir di dunia fashion, Ford juga dikenal sebagai sineas melalui perusahaan produksi miliknya, Fade to Black.

Kredit karya filmnya termasuk “A Single Man” (2009) dan “Nocturnal Animals” (2016).

Pilihan Editor: Bijak Pilih Produk Fashion untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *